Indonesia semakin maju dengan teknologinya. Antara lain adanya handphone yang semakin merakyat lagi ( kecuali handphone kelas atas ), internet yang semakin ramai serta tindak kejahatannya yang semakin ramai pula. Sekarang, banyak sekali kita jumpai warung pulsa di pinggir jalan-jalan besar maupun kecil , serta yang tak kalah banyak pula yaitu warnet ( warung internet ) yang makin menjamur saja. Ini disertai pula peran telekomunikasi Indonesia.
Bicara tentang telekomunikasi selular yang selalu erat dengan handphone ini makin dikuasai oleh perusahaan telekomunikasi milik asing. Contohnya, 3 , IM3 , Mentari , XL , AXIS , dan sejuta kartu SIM asing lainnya. Saya tidak habis berfikir, khan masih ada kartu SIM milik Indonesia yang tak kalah apiknya. Contohnya FLEXI , AS , Simpati , Esia , Ceria , dan sejuta kartu lainnya. Kalaupun saya menggunakan kartu SIM milik asing, berarti saya ikud membangun pembangunan Negara asing tersebut. Kalau seperti itu, ya mendingan kita tinggal di Negara itu saja. MENGGUNAKAN KARTU SIM ASING, SAMA
SAJA MEMBERIKAN UANG KEPADA NEGARA TERSEBUT . Saya juga merenungkan, TELKOM, sebagai perusahaan BUMN milik Indonesia yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi kepada masyarakat telah memberikan yang terbaik. Namun mengapa, masih ada masyarakat yang mau menggunakan kartu asing itu. Banyak alasannya karena telepon ke operator lain murah , sms murah , atau semuanya serba murah. Ya, memang kartu asing jauh lebih bermanis-manis dan janji yang lebih menguntungkan daripada kartu milik Indonesia. Tapi apakah itu yang namanya mengabdi kepada bangsa. Kita ambil contoh INDOSAT. INDOSAT adalah perusahaan BUMN milik Indonesia pada dahulu. Namun, sekarang INDOSAT adalah perusahaan asing yang dikuasai oleh TEMASEK. TEMASEK sen
diri adalah BUMN-nya Singapore. Apakah kita berfikir sampai kesitu ? kalau menurut saya, lebih baik saya mau bayar mahal beli pulsa untuk kartu sim milik Indonesia tapi uangnya untuk pembangunan Negara Indonesia, daripada kartu sim asing. Sekarang kita merenungkan TELKOM, sebagai perusahaan induk dari TELKOMSEL ( ya, karena ESIA atau CERIA adalah perusahaan Indonesia yang masih memiliki perusahaan di bidang lainnya ) TELKOM kini semakin terpuruk dengan adanya kartu asing. Kadang saya juga iri dengan PERTAMINA , PAM , atau PLN , yang hanya memilik hasil perusahaan tunggal. PERTAMINA dengan minyaknya yang sangat dibutuhkan masyarakat , PAM DAN PLN dengan air dan listriknya yang sangat dibutuhkan masyarakat pula. Namun apa dengan TELKOM, dia hanya perusahaan telekomunikasi dengan sejuta saingan yang bisa membunuhnya. Padahal jaman dulu, telepon merupakana barang yang sangat dibutuhkan. Apalagi dengan adanya wartel yang dulu bisa ngantri hingga beratus-ratus. Namun sekarang, masyarakat dari golongan bos borjuis sampe bakul jajanan keliling sudah memiliki handphone. Apalagi sekarang, sudah tidak ada telegram lagi. Anak-anak sekarang pasti tidak tahu, apakah telegram indah itu. Yang lebih memperihatinkan lagi adalah POS. Ya, POS sekarang h
anya sedikit sekali masyarakat yang menggunakan. Jaman dulu saja, kirim surat lewat POS. Kalau ada kabar, bisa lewat POS. Namun sekarang, jika ada kabar suka duka, tinggal kirim aja lewat SMS. Memperihantinkan sekali bukan ??? maka dari itu. Doakan semoga TELKOM bisa menjadi perusahaan yang jaya dan bisa menguasai Negara asing, bukan Negara asing yang menguasai kita. PROFESIONALISME TELKOM HARUS DITINGKATKAN !!
nyata. Internet semakin dibutuhkan masyarakat Indonesia. Anak-anak saja pun sudah butuh Internet baik di bidang positif , maupun di bidang negatif. Contohnya, kalau mau mencari tentang tanaman anthurium, tinggal cari aja di internet. Kalau bidang negatifnya, ya ada situs porno, gambar porno, video porno. Belum lagi adanya hacker, cracker yang sudah bisa bikin software palsu , carding , nyolong data, ama bikin virus. Hebat lho, Indonesia sudah menempati urutan ke-2 di dunia dalam bidang craking. Hebat khan ? Itulah Indonesia. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan, mengapa Indonesia banyak sekali hacker dan krackernya antara lain
:1. Banyaknya masyarakat yang ingin mencari keuntungan dengan merugikan orang lain. Lha, masih mending yang dirugikan masyarakat borjuis, kalau masyarakat kelas menengah kebawah ? Ya, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin....
2. Banyak orang yang otaknya pintar dalam bidang Informatika, namun kurang mendapatkan dukungan pendidikan yang baik. Karena dikembangkan dengan dukungan pendidikan yang kurang baik, maka mereka menjadi otak-otak yang jahat
Bener nggak faktor-faktornya. Nah, sekarang bicara tentang internet, saya mau menghubungkan dengan SPEEDY nich ( ya arena SPEEDY adalah operator penyedia jasa internet terbesar di Indonesia ). Katanya nich, speedy udah mulai kehilangan pelanggannya ( terutama warnet ) karena banyaknya trouble. Dari situs www.telkom.co.id, ada 3 pengaduan yang menarik hati saya nich. Diantaranya :
E-mail masuk lewat www.telkom.co.id pada tanggal 12 Maret 2008
Pertama, laya
nan ini (web ini) benar adanya menjadi sarana kritik dan saran pelanggan atau sekedar Cuma pamer peduli ?
Kedua, mana kompensasinya bila jaringan SPEEDY putus ? Kita pengusaha warnet rugi. Jujur, saya tidak peduli meskipun TELKOM perusahaan milik bangsa, mana yang professional itulah yang layak untuk dijadikan mitra.
Kita tunggu saja ada pemain baru yang bisa beri layanan akses internet yang baik dan professional.
Irwanto
Iwan_aan@*****
Pekabaru, Riau
Komentarku untuk keluhan ini sich, kenapa nggak pake yang swasta ajah. Kayaknya kalau ngomong itu gampang ya. Namun kalau udah ngejalaninnya itu emank susah. Coba kalau mas Irwan jadi bossnya. Pasti susah khan !
E-mail masuk lewat www.telkom.co.id pada tanggal 29 Februari 2008
SPEEDY memang memberikan 384 Kbps, khusus untuk warnet sayangnya bila sudah dipakai lebih dari 7 user akan langsung lambat, selain itu video streaming tidak bisa , download ngadat. Seharusnya SPEEDY bisa memberikan kecepatan minimal 512 Kpbs & harga paket paling tinggi Rp. 1.250.000,- saja untuk, 512 Kbps tersebut. Bila sudah begitu, harus bisa bersaing dengan ISP swasta yang mesti Cuma 160 Kbps tetapi bila diadu dengan SPEEDY, malah SPEEDY yang keok.
Bila dibandingkan dengan ASDL TELEKOM MALAYSIA STREAMYX dengan minimal 512 Kpbs, mereka pasang tariff RM 168 ( Setara dengan Rp.480.000,- ) untuk paket warnet. Seandainya SPEEDY menawarkan minimal 512 Kpbs dengan paket warnet Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 1.250.000,- mungkin 60% - 85% warnet akan beralih ke SPEEDY. Tapi kapan ? Mengapa swasta bisa menguasai sebagian besar warnet potensial ? Karena akses ISP Swasta cepat, layanan pelanggan sangat bagus.
Saya (pemilik warnet) mungkin juga akan beralih ke SPEEDY bila berkenan memberikan 512 Kpbs dan harga maksimal Rp. 1.250.000,- Saat ini kami juga harus memikirkan berbagai biaya untuk kenyamanan pelanggan warnet, dan yang taka kalah penting adalah biaya menggunalan legal operating system yang harganya selangit
TRISTAN
tristan_khow@******
Pekanbaru, Riau
Komentarku sich, mending mas Tristan buka warnet aja di Malaysia, kalau internet Malaysia lebih murah. Soal SPEEDY, nanti bisa jadi evaluasi. Doakan saja ya mas !
E-mail masuk lewat www.telkom.co.id pada tanggal 4 Maret 2008
Sudah 4 hari ini jaringan SPEEDY bosok. Saya sudah lapor ke 147 selama 4 hari tapi tidak ada satu petugaspun yang datang. Memangnya petugas TELKOM kerjanya Cuma tidur saja ya ? Sampai capek saya tiap hari laporan tapi tetap saja jaringan SPEEDY bosok tidak akan perbuahan sama sekali. Juga tidak ada petugas yang datang.
Gimana TELKOM mau maju kalau pelayanannya sama pelanggan tidak maksimal. Saya pokoknya kecewa banget nih sama TELKOM, kalau sudah telat bayar 1 hari saja langsung diputus dan kenan denda. Tapi kenapa sudah laporan selama 4 hari tidak ada tanggapan sama sekali.
Wisanggeni ( RAHAYU NET )
spinhulk@*****
Magetan, Jawa Timur
( 02351 ) 7632***
Kalau komentaku sich GEMANA TELKOM MAGETAN ??? Mungkin ini bisa menjadi salah satu penghambat Majunya TELKOM di kancah Dunia. Maaf ya RAHAYU NET
Ada nich, Ulasan dari majalah PATRIOT 135 edisi Maret 2008
Ulasan : Sebagai prouduk unggulan perusahaan infokom, idelanya produk koneksi internet non dial up dengan teknologi Asyncroneous Digital Subcriber Line (ASDL) dengan brand name “SPEEDY” harus dikawal maksmal, baik produk maupun layanannya. Kenyataannya jeda atau gap antara target penjualan yang gencar tidak dibarengi kualitas produk maupun layanan yang bermutu. Kesenjangan tersebut sangat kentara dari keluhan pelanggan yang kian hari kian banyak dengan nada kekesalan pelanggan yang luar biasa. Ini menandakan bahwa tidak terjadi improvement yang berarti dalam pengawalan produk dan layanan SPEEDY yang sudah berjalan cukup lama. Butuh komitmen tinggi seluruh pegawai dengan menghilangkan sekat product owner – delivery channel dimulai dari petinggi di setiap lini organisasi untuk benar – benar terjun ke lapanagan (pelanggan) hinggal permasalahan tuntans. TABEL JUMLAH KELUHAN MELALUI WEB IN | BULAN | JANUARI | FEBRUARI | MARET ( s/d tgl 15 ) | | SPEEDY | 109 | 147 | 79 | | FLEXI | 122 | 101 | 5 | | WIRELINE | 121 | 118 | 86 | Jhon Haumahu AVP News dan Information Management Corporate Comunication Head Office |
Jadi, intinya, kita memerangi produk asing baik telepon maupun internet yang sekiranya bisa merugikan bangsa. Namun, kita sendiri harus profesionalisme. Kalau soal internet, kita mendingan pakai internet buat yang positif aja dech. Kalau buang uang buat browsing yang posisitf sich ya tidak apa-apa. Tapi kalau Cuma buat mbokep , ngehack , craking, bikin virus, sayang-sayang uangnya. Khan masih bisa buat beli harga pokok yang semakin melangit harganya.
“GUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK HAL YANG POSITIF, BUKAN YANG NEGATIF !!!!”